Showing posts with label Catatan Hati. Show all posts
Showing posts with label Catatan Hati. Show all posts

Thursday, January 19, 2017

Baby Step ...

Mimpi itu harus diupayakan agar merupa, menjadi nyata. Tak peduli berapa pun purnama yang dia butuhkan untuk menjadi utuh. ~CubbyKnot

Hari ini membahagiakan banget.
Akhirnya CUBBYKNOT punya domain, sekarang dia merupa menjadi www.cubbyknot.id
It's a dream come true. Lamaaa banget pengen punya domain yang lebih pribadi. Dan walaupun di blog yang sekarang belum ada pengikutnya -semenjak blog lama entah gimana tak bisa dibuka- tapi tetep ga mengurangi mimpi untuk punya domain sendiri.

Ini bukan cuma sekedar gaya-gayaan kok. Ini merupakan langkah awal dari sekian banyak langkah untuk lebih konsisten menjalani apa yang aku suka, yaitu merenda; merajut; berkreasi. Untuk bisa menambahkan 'id' aja, ada rupiah yang harus dikeluarkan. Semoga dengan begitu, si empunya blog ini jadi lebih bertanggung jawab, ga setengah-setengah, dan yang aku bilang tadi, lebih KONSISTEN. Memulai itu mudah, menjalani apa yang sudah dimulai itu lah yang menjadi tantangan.

Eh iyaaa... actually ini minggu yang membahagiakan. CubbyKnot juga punya pengenal baru. Ini .. watermark baru yang dibuatkan oleh Mychilkecil untuk CubbyKnot. Ke depannya, akan ada logo ini di setiap foto hasil karya CubbyKnot. It will be like a signature. Again... semoga ini jadi langkah awal untuk lebih serius menjalani hal yang bikin si empunya CubbyKnot BAHAGIA.


Kamu, punya mimpi apa???



Wednesday, July 20, 2016

{Komunitas}: Buka Bersama Riyadussholihin

Hari ini mau berbagi cerita di luar dunia rajut yaa... 
Ya kan namanya juga mahluk sosial... pasti deh punya banyak sisi kehidupan. Sekaligus nih ya... mau update kegiatan Komunitas 502 yang pernah CubbyKnot posting disini.

26 Juni 2016
Akhirnya hari H itu tiba juga. Setelah melalui banyak kisah manis pahit, hari yang dinanti pun tiba. Rombongan terbagi menjadi 2 kloter. Yang pertama, berangkat sabtu malam, selepas kuliah dan sesudah berbuka. Kloter ke 2, berangkat hari minggunya dengan membawa goodie bag yang sudah disiapkan untuk adik-adik di Riyadussholihin, sebagai pengganti sepatu sekolah. Mungkin nilainya jauh sekali dari nilai sepatu, tapi semua ATK itu dibeli dan dibungkus dengan cinta. Semoga bisa menambah semangat buat adik-adik disana.
Belanja ATK di Asemka
Goodie Bag berisi produk-produk sumbangan dari WINGS

Untuk acaranya sendiri, jujur nih yaaa.. CUBBYKNOT ga tau banyak, karena dihari itu, ada sedikit kendala dengan pesanan katering untuk buka puasa. Alhasil, beberapa dari kami (termasuk tim konsumsi) harus standby untuk memastikan bahwa semua akan kebagian nasi kotak plus snack-nya. Dalam acara bersama kayak gini kan apapun bisa terjadi yah. Selain katering, Allaah pun melimpahkan cobaan eh berkah dink, berupa hujan deras. Yup, menjelang sore hujan turun dengan derasnya sehingga acara yang tadinya di luar ruangan, langsung boyongan pindah ke dalam kelas. Padahal nih ya... dari tim udah antisipasi dengan pasang tenda loh. Ehh... takdir berkata lain. Eh tapi, menurut cerita teman-teman yang ikutan menyaksikan acaranya, masih tetep seru kok. Sebagian bisa dilihat disini yaaa ^^

 
Tetep ada games, walau ditemani ember untuk menampung air hujan, sebelum akhirnya boyongan ke kelas
Persiapan berbukaa... masing-masing dapat snack.
Ketua Komunitas 502 menyerahkan sumbangan ke Pak Ade dari pihak Riyadussholihin
Dengan semua lika liku selama persiapan sampai pelaksanaan acara, alhamdulillah banget acara ini bisa terlenggara dan selesai dengan baik. Memang masih jauuuuh banget dari sempurna. Masih banyaaak banget kekurangan disana-sini tapi semoga tidak mengurangi niat baik para teman-teman di Komunitas 502 yang ingin menjadi kepanjangan tangan Allaah untuk berbagi bahagia ke adik-adik di Riyadussholihin.

... dan ketika membaca sms dari Pak Ade, ada rasa haru menyusup dalam relung hati. Bahwa yang jauh dari sempurna ini, ternyata bisa membawa perbedaan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. 
Terima kasih kepada para donatur yang sudah mempercayakan sebagian dari hartanya kepada kami, semoga kami termasuk kedalam golongan orang yang amanah. Terima kasih kepada pihak Riyadussholihin, yang mengijinkan kami menjadi kepanjanga tangan Allaah. Terima kasih kepada semua relawan di Komunitas 502 yang telah merelakan waktu dan tenaganya untuk acara ini. Yang utama dan selalu utama, Terima kasih Allaah karna memungkinkan semua kebaikan ini mengalir. Semoga dengan ini, kami menjadi hambaMU yangn bermanfaat. 

Aamiin.

Tuesday, June 14, 2016

Menolong pun Harus Selaras

Tahun ini adalah tahun kedua tukang rajutnya CUBBYKNOT ikutan acara charity barengan sama temen-temen kampusnya. Tahun ini, setelah voting, ditetapkanlah 'Shoes to School' sebagai acara charitynya. Ya kayak judulnya aja, charity-nya bagi-bagi sepatu di salah satu sekolah yang pernah kita survey. Tepatnya ke Yayasan Riyadussholihin, di Cigombong - Bogor. Asli sekolahnya itu lumayan jauh, lumayan butuh tenaga untuk mencapainya. Melewati jalan kampung yang naik-turun. Sedikit berasa kayak touring deh. 

Alkisah, keputusan sudah dibuat, kampanye soal kegiatan ini juga udah disebar via sosmed, mulut ke mulut, bahkan melalui  kitabisa.com . Pokoknya semua cara kita coba deh untuk mengumpulkan dana ini. Bahkan nih ya, minggu kemarin (12/6) temen-temen dari Komunitas 502 jualan takjil sambil ujan-uajan dan agak dijutekin tukang ojek setempat (dianggap merebut lapaknya) demi mengumpulkan rupiah demi kelangsungan acara. Sayangnya, hasilnya belum sesuai ekspektasi. Hohoho... ini bukan mengeluh yaaa... hanya bercerita ajah.

Somehow (please forgive me for thinking or saying this) untuk pengumpulan dana tahun ini tersendat banget deh. Udah hari gini tapi dana yang masuk belum setengahnya. It's a little bit frustrating, I had to admit. At least for me personally. Temen-temen yang tahun lalu antusias membantu, tahun ini biasa aja. Datar aja. Proposal yang saya sebar juga belum ada hasil yang positif, sejauh ini. Sebelum Ramadan, masih bisa menghibur diri, mungkin nanti pas mulai puasa, mereka lebih semangat berbagi. Hari ini sudah masuk hari ke 8 dan belum ada pemasukan yang signifikan. Malah ada beberapa yang menolak dengan beragam sebab. Rasanya?? argghh... antara gemes dan sedih bercampur jadi satu. Yang ada ... pening. #sigh

Mulailah menelaah, dimana salahnya, dimana kurangnya? Bukankah yang kami rencanakan ini baik? Lalu mengapa terasa sulit.

Hmmm.... teringat akan pelajaran tentang keselarasan, tentang kesamaan gelombang. Lalu teringat pula perjalanan awal survey sekolah yang salah satunya adalah Yayasan Riyadussholihin. Dari awal, Bapak Pengurus Yayasan itu (Pak Ade) seakan berada dalam bimbang. Disatu sisi, beliau teramat senang karna pada akhirnya ada orang yang berminat membantu sekolahnya. FYI, menurut Pak Ade, selama sekolah itu berdiri, belum pernah mendapat bantuan dari pihak manapun, baik swasta maupun pemerintah. Di sisi lain, aku paham betul bahwa yang jadi keinginan, tepatnya kebutuhannya adalah pembuatan pagar di lantai atas dan tambahan buku pelajaran untuk anak-anak di sana karna selama ini pihak sekolah meminjam dan mengkopi dari sekolah lain yang lebih baik kondisinya. Saat survey pun, dari awal sampai akhir, yang disebut si Bapak berputar dipagar sekolah. Pun ketika beberapa kali beliau sms-an dengan tim survey. Nampak sekali kalau beliau mengharapkan sumbangan yang datang bukan berupa sepatu, melainkan bantuan untuk sarana sekolahnya. Semakin dipikir, semakin terbayang bahwa ketika Komunitas 502 berdoa demi kelancaran Shoes to School, mungkin di Cigombong sana, Pak Ade sedang merayu Allaah untuk mengirimkan tangan yang bisa membantu pembangunan pagar sekolahnya. Singkatnya.. antara kami disini dan Pak Ade disana, tidak selaras. Dan walaupun Pak Ade pernah bilang 'gpp dibantu sepatu juga' mungkin lubuk hatinya meneriakkan doa lain.  Mungkin, ini mungkin loh... ini lah kenapa acara kali ini terasa lebih sulit dalam pengumpulan dananya. Antara yang berniat membantu dan yang membantu tidak berada di gelombang yang sama. Jadinya tabrakan deh.

Makin dipikir, makin terbayang kalimat seorang rekan.
 Allaah memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita mau.
Sekarang, pr besarnya adalah mempersiapkan diri untuk menerima semua keputusan Allaah. Kalau ga sampai memenuhi target, ya mungkin jawaban sederhananya adalah, Riyadussholihin lebih membutuhkan hal yang lain dan sepatu bukanlah prioritas mereka. As simple as that. Dan bukankah kalau berniat membantu, harus juga disesuaikan dengan kebutuhan mereka? Berlapang hati itu ga mudah, ada ego bermain disitu. Ada sisi 'aku' yang sering menyeruak minta diperhatikan sehingga terkadang mengabaikan banyak hal.

Doakan kami ya, agar bisa menerima sebaik-baiknya ketetapan Allaah.

Aamiin.



Wednesday, April 6, 2016

Catatan Malam : Dilema

7.01 PM

Masih dikantor dan masih berkutat dengan pekerjaan. 
Berusaha mengerjakan secepat mungkin tapi kok rasanya ga mungkin menang melawan waktu yang bergulir cepat. So akhirnya memutuskan untuk menulis disini saja. 

Alhamdulillah sebulan terakhir ini ada beberapa orderan yang beruntun datangnya. 
Rasanya? Senenglah pastinya. Mana ada yang ga seneng hasil karyanya mendapat apresiasi bahkan menghasilkan rupiah. Kembali ke order yang berdatangan tadi, saya bersyukur. Amat sangat. Namun seperti mata uang yang memiliki 2 sisi, saya pun demikian. Ada rasa lain yang datang selain senang. Ada rasa cemas, takut tidak bisa memenuhi ekspektasi pelanggan. Terutama dalam segi ketepatan waktu. Walaupun saya sudah berusaha semaksimal mungkin, kadang ada saja yang membuat perhitungan waktu kadangkala meleset.

Kalau sudah begitu, permintaan maaf berkali-kali saya layangkan ke pelanggan yang sudah dengan sabar menanti. Terkadang diiringin sedikit hadiah sebagai permintaan maaf.

Hmmm ada ga ya yang mengalami seperti saya?
Atau inikah dilema crafter yang juga masih berstatus karyawan?